# Setipis Rambut Yang Dibelah

Berikut adalah artikel mengenai salah satu dari begitu banyak keajaiban penciptaan yang tersebar diseluruh alam semesta ini. Dan keajaiban ini tidak jauh-jauh…ada didalam diri kita, begitu dekat, namun mungkin sangat amat jarang kita sadari dan renungi. Tersebar diseluruh bagian dalam organ tubuh kita. Sangat-sangat kecil…tapi tanpanya, “kehidupan” [baca: aktifitas] organ tubuh kita tidak mungkin terjadi.

pembuluh kapiler
pembuluh kapiler

Manusia sehat memiliki sekitar 5 miliar pembuluh kapiler. Jika seluruhnya dibentangkan, panjang keseluruhan pembuluh ini akan mencapai sekitar 950 kilometer. Ini kurang lebih sejauh panjang pulau Jawa. Pada sejumlah hewan menyusui, terdapat sekitar 3000 pipa kapiler dalam satu sentimeter persegi jaringan otot. Jika ada yang mampu menggulung sepuluh ribu utas pembuluh kapiler terkecil dalam tubuh manusia, maka bundelan yang dihasilkan akan setebal arang pensil.

            Ketebalan atau garis tengah sehelai pembuluh kapiler ini berkisar antara 3-5 mikrometer, atau 0.003-0.005 milimeter. Andaikan tebal rambut kita adalah sepersepuluh milimeter, maka kita perlu membelah sehelai rambut menjadi 20 atau 30 helai searah panjangnya (sebagaimana kita membelah bambu) untuk mendapatkan rambut setipis pembuluh kapiler tersebut.

            Darah mengalir melewati jaringan pembuluh darah yang panjang dan rumit. Semakin mendekati ujungnya, garis tengahnya semakin menyempit, sehingga membentuk pembuluh darah yang halus (kapiler). Jika darah hendak melewati saluran yang semakin menyempit di ujungnya tanpa tersumbat atau terhambat, darah pastilah harus cair (encer). Syarat ini telah terpenuhi berkat rendahnya tingkat kekentalan air, yang membentuk 95% bagian dari plasma darah. Menurut profesor Michael Denton, pakar biologi molekuler Universitas Otago, Selandia Baru, jika air sedikit saja lebih kental dari yang sekarang, maka sistem peredaran darah akan menjadi sama sekali tidak berguna.

            Sistem kapiler akan bekerja hanya jika cairan yang dipompa melalui pipa-pipa penyusunnya memiliki kekentalan sangat rendah. Dari sini, mudah dipahami bahwa jika kekentalan air bernilai hanya beberapa kali lebih tinggi daripada yang sekarang, memompa darah lewat sebuah pembuluh kapiler akan memerlukan tekanan amat tinggi, dan hampir semua sistem peredaran akan tidak dapat bekerja. Jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dan jika kapiler terkecil yang digunakan bergaris tengah 10, bukannya 3 mikrometer, maka kapiler-kapiler ini akan menempati semua bagian jaringan otot agar memberikan cukup persediaan oksigen dan glukosa. [Jika ini yang terjadi] maka pastilah perancangan bentuk-bentuk kehidupan tingkat tinggi akan menjadi mustahil atau sangat dibatasi. Jadi, tampaknya, kekentalan air haruslah mirip seperti yang sekarang ini jika harus berperan sebagai sarana penyokong kehidupan. (Michael Denton, Nature’s Destiny: How The Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe, New York: The Free Press, 1998, h.35-36)

Di halaman lain, Profesor Michael Denton menjelaskan mengapa rendahnya kekentalan air sangat penting bagi kehidupan kita :

“Jika kekentalan air lebih tinggi, mustahil adanya gerakan terkendali dari makromolekul besar, khususnya bentuk semacam mitokondria dan organel kecil; demikian pula peristiwa-peristiwa seperti pembelahan sel. Semua kegiatan utama sel akan terhenti, dan kehidupan sel tidak mungkin ada. Perkembangan organisme tingkat tinggi yang sangat bergantung pada kemampuan sel bergerak atau beringsut selama pembentukan embrio, pasti mustahil terjadi jika kekentalan air sedikit saja lebih tinggi dari yang ada sekarang”.

            Dengan kata lain, sebagaimana sifat-sifatnya yang lain, kekentalan air pun telah sengaja dibuat “sesuai permintaan” agar cocok bagi kehidupan. Beragam zat cair memiliki kekentalan berbeda, yang nilainya dapat mencapai kisaran miliaran kali lipat. Diantara nilai yang sangat beragam itu, ada satu cairan yang nilai kekentalannya telah ditentukan agar benar-benar tepat dan pas sesuai kebutuhan. Cairan ini adalah air, yang sengaja diciptakan Allah dengan nilai kekentalan tertentu yang pas untuk menopang kehidupan makhluk hidup di bumi. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta.

Zat cair                                                dibandingkan air

Aspal                                                   10 miliar kali lebih kental

Gliserin                                                1000 kali lebih kental

Minyak zaitun                                    100 kali lebih kental

Asam sulfat                                           25 kali lebih kental

Dikutip dari majalah sains islam INSIGHT, edisi 11/Tahun ke-2/2004, hal 10-12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: